hasil ringkasan diskusi kel 2 dakwah dan komunikasi islam

     hasil ringkasan kel 2 dakwah dan komunikasi islam

 

  pengertian dakwah dan komunikasi adalah suatu bentuk komunikasi yang khas dimana seseorang komunikator yang menyampaikan pesan-pesan yang bersumber atau sesuai dengan ajaran Al-Quran dan sunnah, dengan tujuan agar orang lain dapat berbuat amal shaleh sesuai dengan pesan-pesan yang disampaikan. 

             Pengertian dari unsur-unsur dakwah itu sendiri adalah komponen yang selalu ada dalam setiap kegiatan dakwah,Beberapa unsur-unsur dakwah diantaranya sebagai berikut:

1.      Da’i (pelaku dakwah)

Maksud dari Mad’u adalah manusia yang menjadi sasaran dakwah, baik sebagai individu ataupun kelompok, baik yang beragama islam dengan tujuan meningkatkan kualitas keimanannya ataupun sasarannya kepada nonmuslim dengan tujuan mengajak mereka mengikuti agama islam,dengan kata lain sasaran dakwah itu manusia keseluruhan.

3. Wasilah (Media dakwah)

Maksud media dakwah disini adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan materi dakwah kepada penerima dakwah.

Pada dasarnya dakwah dapat menggunakan beberapa

wasilah yang dapat merangsang indra-indra manusia serta dapat menimbulkan perhatian untuk menerima dakwah.

    • tiga metode yang menjadi dasar dakwah yaitu:


    1. Hikmah, yaitu berdakwah dengan memperhatikan situasi dan kondisi sasaran dakwah dengan menitikberatkan pada kemampuan mereka, sehingga didalam menjalankan ajaran islam selanjutnya mereka tidak lagi merasa terpaksa atau keberatan. 
    1. Mauidhah hasanah, yaitu berdakwah dengan memberika nasihat-nasihat, sehingga nasihat dan ajaran islam yang disampaikan itu menyentuh hati mereka. 
    1. Mujadalah, yaitu berdakwah dengan cara bertukar pikiran dan membantah dengan cara yang baik dengan tidak memberiakan tekanan dan tidak pula menjelekkan yang menjadi mitra dakwah.

Kata Da’i secara umum sering disebut dengan mubaligh(orang yang menyempurnakan ajaran islam) akan tetapi sebenarnya sebutan ini konotasinya sangatlah sempi tkarena masyarakat umum cenderung mengartikan sebagai orang yang manyampaikan ajaran islam melalui lisan seperti halnya penceramah agama, khatib(orang yang berkhutbah). Maksud dari Da’i adalah orang yang melaksanakan dakwah bisa dengan lisan,tulisan ataupun perbuatan, baik secara individu ataupun kelompok.

Da’i harus tau kalau yang disajikan itu adalah tentang allah,alam sesmesta, dan kehidupan serta yang disajikan itu untuk memberi solusi terhadap problematika yang dihadapi masyarakat, serta metode-metode yang digunakan untuk menjadikan agar masyarakat tidak salah dalam penafsiran dan melenceng dari ajaran syari’at yang disampaikan. 

        2.      Mad’u (mitra dakwah atau penerima dakwah)

     Contoh dari dakwah menggunakan metode sisipan yaitu seorang guru mengajarkan mengenai ilmu ekonomi misalnya nah dalam memberikan materi yang bersifat umum seorang guru tersebut juga menyisipkan pandangan ekonomi dalam islam secara tidak sadar guru tersebut telah berdakwah menyampaikan pesan kebaikan dalam ajaran islam dengan menyisipkan pesan tersebut ke dalam materi pembelajarannya.

        metode dakwah yang lebih efektif untuk berdakwah pada generasi muda / generasi milenial saat ini yaitu : sosial dan jaringan internet tersebut serta kemajuan teknologi informasi, menyebabkan perubahan terhadap cara berdakwah. Saat ini para da’i atau juru dakwah mulai memanfaatkan kemajuan. Teknologi informasi dalam penyampaian dakwahnya. Dengan penggunaan teknologi informasi, kegiatan dakwah bisa dilakukan lebih insentif menjangkau jaringan yang lebih luas. Oleh karena itu penggunaan internet sebagai media dakwah bisa menjadi menjadi salah satu alternative yang efektif dalam melakukan dakwah islam. iya tetapi sebelum kita percaya bahwa itu benar-benar bukan hoax harus menelusuri sumber-sumber nya dulu sbelum kita mempelajarinya.  efektif atau tidaknya pesan dakwah yang diterima oleh mad’u itu tergantung pada mad’u nya (millennial itu sendiri) dia lebih bisa menangkap dari ajaran pesan dakwah yang dibawa da’i melalui media sosial atau secara tatap muka. Tergantung dari millennial tersebut, menurut saya millennial saat ini akan lebih suka bermain tik tok dan update terhadap segala sesuatu yang viral maka da’i itu bisa memanfaatkan hal tersebut dengan menganalisis kondisi mad’u nya baru da’i bisa membuat metode apa yang tepat untuk menyampaikan pesan dakwahnya. Begitu juga dari mad’u tersebut. Terkadang mad’u sendiri yang menentukan lebih menyukai mendengarkan dakwah dari media apa dan memilih da’i yang dirasa pas dengan kondisinya. Semisal saya lebih menyukai konten-konten dakwah yang disampaikan oleh ustadzah Oki karena dalam penyampaiannya lembut dan selalu menghadirkan kisah-kisah sahabat Rasulullah, jadi saya rasa metode dakwah ustadzah Oki efektif terhadap diri saya. Jadi disesuaikan intinya. 

efektif atau tidaknya pesan dakwah yang diterima oleh mad’u itu tergantung pada mad’u nya (millennial itu sendiri) dia lebih bisa menangkap dari ajaran pesan dakwah yang dibawa da’i melalui media sosial atau secara tatap muka. Tergantung dari millennial tersebut, menurut saya millennial saat ini akan lebih suka bermain tik tok dan update terhadap segala sesuatu yang viral maka da’i itu bisa memanfaatkan hal tersebut dengan menganalisis kondisi mad’u nya baru da’i bisa membuat metode apa yang tepat untuk menyampaikan pesan dakwahnya. Begitu juga dari mad’u tersebut. Terkadang mad’u sendiri yang menentukan lebih menyukai mendengarkan dakwah dari media apa dan memilih da’i yang dirasa pas dengan kondisinya. Semisal saya lebih menyukai konten-konten dakwah yang disampaikan oleh ustadzah Oki karena dalam penyampaiannya lembut dan selalu menghadirkan kisah-kisah sahabat Rasulullah, jadi saya rasa metode dakwah ustadzah Oki efektif terhadap diri saya. Jadi disesuaikan intinya.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ringkasan Pengantar Komunikasi kelompok 1

rekapan kelompok 10 komunikasi dan gender